Jumat, 06 Mei 2011

TATA BAHASA


Kata Ulang/Reduplikasi
Reduplikasi adalah kata yang mengalami proses perulangan, baik sebagian ataupun seluruhnya dengan disertai perubahan bunyi ataupun tidak.

Jenis-jenis kata ulang:
1.      perulangan seluruh bentuk kata dasar/perulangan utuh/dwilingga
a.       perulangan kata dasar
contoh: buah-buah, gunung-gunung, lari-lari, pagi-pagi
b.      perulangan terhadap kata berimbuhan
contoh: pelajar-pelajar, timbangan-timbangan, kejadian-kejadian
2.      perulangan berimbuhan: proses pengulangan yang disertai proses pengimbuhan.
contoh: padi                 padi-padian
            kanak               kekanak-kanakan
            tinggi               setinggi-tingginya
           dua                  kedua-duanya
3.      perulangan berubah bunyi: bentuk perulangan disertai perubahan bunyi
contoh: balik                 bolak-balik
            gerak               gerak-gerik
            sayur                sayur-mayur
            sorak                sorak-sorai
4.      perulangan sebagain: terjadi hanya pada sebagian bentuk dasar
contoh: daun                dedaunan                                tamu                tetamu
            luhur                leluhur                                     berkata                        berkata-kata
            pohon              pepohonan                               menali              tali-menali
           saji                   sesaji                                        menolak           tolak-menolak

Makna kata ulang:
1.      banyak tak tentu
contoh: batu-batu, buku-buku, kuda-kuda, dsb. (biasanya kata benda)

2.      banyak dan bermacam-macam
contoh: buah-buahan, dedaunan, bunyi-bunyian, pepohonan, dsb.

3.      menyerupai dan bermacam-macam
contoh: kuda-kudaan, langit-langit, mata-mata, robot-robotan, mobil-mobilan, dsb.

4.      agak atau melemahkan sesuatu yang disebut pada kata dasar
contoh: kebarat-baratan, kehijau-hijauan, malu-malu, sakit-sakitan, kekanak-kanakan, keinggris-inggrisan, dsb.

5.      intensitas kualitatif
contoh: keras-keras, kuat-kuat, segiat-giatnya, setinggi-tingginya

6.      intensitas kuantitatif
contoh: mengangguk-angguk, berlari-lari, bolak-balik, menggeleng-gelengkan, mondar-mandir, berputar-putar, dsb.

7.      makna kolektif
contoh: dua-dua, empat-empat, kedua-duanya, dsb.

8.      kesalingan
contoh: pukul-pukulan, bersalam-salaman, berpandang-pandangan, tolong-menolong, dsb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer