Rabu, 12 Oktober 2016

PUISI: Tertunda

Tertunda

Hujan menahanku di sini
di antara sunyi sepi bicara dan riuh
gemericik perang rintik
terpaku pada mata samar
berlindung di balik kelambu

Angin masih terus membujuk
merajuk dan menjaga
langkah tak boleh beranjak
menemani

Tertahan

Ada jalan yang terbuka
mulai memberi kesempatan
tapi entah


Kamis, 06 Oktober 2016

PUISI: Prasojo

Prasojo

Katon sumringah nadyan susah
tansah lilo sanadyan kepingin
kanthi esem angadepi
tanpo roso kawratan
anyonggo beban kang wis kadapuk.

Lumaku kadyo bayu
kang biso anyilemi
ngendi papan.

Alus
Resep
Sumeh
Semeleh


Tambakromo, 6 Oktober 2016


Rabu, 05 Oktober 2016

PUISI: Buntu


BUNTU

Mulutku tak mampu lagi merangkai kata pengganti rasa
di mana aku tersesat terlalu jauh dalam bayang dunia
kenikmatan mimpi yang berbanding terbalik dengan getir fakta

Lagi-lagi mulutku tak mampu merangkai kata pengganti rasa
tersumbat penatnya problematika
tak mampu terima kenyataan

Dan mulutku masih saja tak mampu merangkai kata pengganti rasa

PUISI: Ora Kroso

Ora Kroso

Dalan tan soyo ombo lan alus
naliko srengenge mlaku mengulon
ndandakke wayahe wis arep rampung
peteng
anteng.

Ora kroso.

Rambut tan soyo entek lan putih
angetutake lakune srengenge
ndandakke wayahe wis arep rampung
wegah
sayah.

Ora kroso.

Ilat kang tanpo balung
wis kakehan ulat
angucap pekerti lan cacat
tanpo keno diampet.

Ora kroso.

Karangmojo, 5 Oktober 2016

Selasa, 04 Oktober 2016

PUISI: Salam dari Kesunyian

Salam dari Kesunyian

Salam
hai pemuja keramaian
bagaimana kabarmu?
Selendang sutra telah menyamarkanmu dari pandanganku 
tak lagi merajuk pada sang sepi.

Lupa
atau
penuh sesak
tak sempat bersua.

Dingin pagi dan gelap malam
terus mencarimu.
Berharap menjadi teman dalam ketenangan.
Terik siang berteriak
menunggu sambutan.

Salam dari kesunyian.

Minggu, 02 Oktober 2016

PUISI: Mungkin

Mungkin

Gelap mengawali sore tanpa senja
seperti rindu yang tertunda
rindu pada senja.
Ya, senja.
Masih harus menunggu
di mana gurat emasmu mengilat
menggeliat beranjak pergi
disusul gelap
malam.

Akankah esok kau kembali
melambungkan harap pada diri
bersama fajar berseri?

Misteri milik Ilahi.
Tanpa bisa diprediksi.
Tanpa bisa dibuat pasti.
Bisa saling mengisi.
Bisa saling menghalangi.


Banteran, 2 November 2016

Entri Populer