Pelita
tetes embun basuh hening pagi
membongkar kelambu mimpi
memanggil tuk kembali
bergulat dengan hidupmati
peluh tak terasa semakin bungkuk
menahan pikulan yang meringkuk
hanya demi nasi sepuluk
membayang hari nan sejuk
ketika melangkah tanpa arah
dan harapan hamper musnah
mengandung derita kala susah
tinggal rasa yang kian mendesah
dan kelelawar kembali bergelantungan
sisa semalam keluyuran
tidur dalam pelukan
sang penjaga cahya awan
PelitaMu yang tak pernah padam
menuntun
membawaku melewati jalan panjang
menuju hamparan rerumputan hijau
padang pengharapan