KABUT
Mereka datang menyerbu kala pagi merindukan
hangatnya mentari
menjaganya tetap dalam kesejukan
namun
menutup wajah pribumi
saat perempuan-perempuan perkasa itu
menggendong tempayan kehidupan
menyisir batas kota yang sepi
Akankah hujan menyapumu?
Atau justru membuatmu semakin perkasa
tancapkan dinding batas pandangan kenyataan
Ilusi
menemanimu samarkan laju kehidupan
membanting kesadaran pada kelamnya realita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar