Perang
mimpi tak hanya jadi mimpi
kini mereka menyerangku
mengerat,mengikis, bahkan menghancurkan
otakku yang mulai lelah akan kepercayaan
di mana tiang pancang yang pernah kutancapkan?
tumbang?
ataukah musnah?
aku tak bisa melawan
berdiri pun tak sanggup
memikul beban yang seharusnya tak seberat ini
dan burung pipit hinggap di kepalaku
bernyanyi
mematok
mencabik rambutku yang kian habis
pedih
perih
terperangkap dalam belenggu
menyiksa batin
hentikan nadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar