Rabu, 08 Juni 2011

PUISI: LINGKARAN

(Lingkaran)

Terik sambangi terang
melangkah ke peraduan
membawa kemilau cahya
silaukan netra

Tubuhmu menggeliat
terbawa arus keramaian
menjinjing duka
memikul tawa

Semoga tak ada tanya
ke mana perginya

PUISI: LINGKARAN

(Lingkaran)

Terik sambangi terang
melangkah ke peraduan
membawa kemilau cahya
silaukan netra

Tubuhmu menggeliat
terbawa arus keramaian
menjinjing duka
memikul tawa

Semoga tak ada tanya
ke mana perginya

PUISI: PAK TUA

Pak Tua (2)

Nafasmu tersengal
menahan rintih
akan waktu yang semakin menindih

Langkahmu tak lagi nyaring
kala gesa meradang

"Haruskah kelambu kubelah?"

Memandangmu kian gelisah
terobos senja
kibaskan kabut

"Sudahlah.
Biarkan kami lanjutkan mimpi dan langkahmu."

Sengkarut racun kian mengendap
kikis ketangguhan
sisakan keangkuhan
tenggelamkan kejayaan

Ironi beranjak
menyulap bahkan menginjak
petuah bijak

"Biarkan kami lanjutkan mimpi dan langkahmu."

PUISI: USANG

USANG

Nafasmu mulai tersengal
menahan rintih
akan waktu yang semakin menindih

Langkahmu tak lagi nyaring
kala gesa meradang

"Haruskah kelambu kubelah?"

Memandangmu kian gelisah
terobos senja
kibaskan kabut

"Sudahlah,
waktumu kian tipis.
Biarkan kami lanjutkan langkahmu."

Sengkarut racun kian mengendap
kikis ketangguhan
sisakan keangkuhan
tenggelamkan kejayaan

Ironi beranjak
menyulap bahkan menginjak
petuah bijak

Entri Populer