LELAH BERDIRI
Gurat senja kali ini terhalang
pekatnya mendung yang menggelora
tak tampak seberkas cahaya yang biasanya tersenyum
padaku
tinggal siluet jingga yang tersamar kelambu
Gemericik hujan menusuk tulang
membuatnya lesu dan kaku
tak mau bergerak
Begitupun hembusan angin menaruh selimut es
pada jasad yang kian renta
menjelma dalam desah nafas
Kegelisahan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar