TERSESAT
Dalam remang cahya mentari
badai menerpa pilar kepercayaan
hempaskan jiwa-jiwa pengembara
pada padang tandus
tertipu pada fatamorgana
oase palsu pembawa derita
Dan ribuan kaktus tertawa
memandang sebelah mata
rintihan nestapa
Seekor ular tawarkan bantuan
imbalan yang lebih kejam dari penderitaan
Merayu
merajuk
mengancam
Pelita tak jua berikan jalan
diam seribu bahasa
bak patung tak bernyawa
Jerit lirih menggema
dalam persenggamaan bulan dan malam
mendesis iringi genericik hujan
Kabut gelap menari beriringan
laksana barisan prajurit keraton
menantang negri sebrang
menutup segala penjuru jalan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar