Senin, 19 Maret 2012

PUISI: Tersesat


TERSESAT

Dalam remang cahya mentari
badai menerpa pilar kepercayaan
hempaskan jiwa-jiwa pengembara
pada padang tandus
tertipu pada fatamorgana
oase palsu pembawa derita

Dan ribuan kaktus tertawa
memandang sebelah mata
rintihan nestapa

Seekor ular tawarkan bantuan
imbalan yang lebih kejam dari penderitaan

Merayu
merajuk
mengancam

Pelita tak jua berikan jalan
diam seribu bahasa
bak patung tak bernyawa

Jerit lirih menggema
dalam persenggamaan bulan dan malam
mendesis iringi genericik hujan

Kabut gelap menari beriringan
laksana barisan prajurit keraton
menantang negri sebrang
menutup segala penjuru jalan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer