Minggu, 17 Juli 2011

PUISI: Ketika Malam Semakin Larut

Ketika Malam Semakin Larut

Mungkin gelap tidak mau pergi
Menyelimuti bahkan mengurung
Mimpi yang kan tetap menjadi mimpi

Beku
Dalam titik didih
Tanpa batas

Hilang
Tersapu gelisah
Tak menentu

Dan
Kupu-kupu mulai terbang
Merajuk dan merayu
Kerdipkan senyum

Lampu kota kian gemerlap
Tersayup gema
Panggilan alam

PUISI: Ketika Malam Semakin Larut

Ketika Malam Semakin Larut

Mungkin gelap tidak mau pergi
Menyelimuti bahkan mengurung
Mimpi yang kan tetap menjadi mimpi

Beku
Dalam titik didih
Tanpa batas

Hilang
Tersapu gelisah
Tak menentu

Dan
Kupu-kupu mulai terbang
Merajuk dan merayu
Kerdipkan senyum

Lampu kota kian gemerlap
Tersayup gema
Panggilan alam

PUISI: Masih Berjalan

Masih Berjalan

Waktu kian tak mau menunggu
Pada mimpi yang tak tentu
Pada bayang yang mengikutiku
Terus berjalan
Meski arah tak sanggup dan tak mau
Membawaku dalam laju
Deru nafas semu
Merayu
Hentikan langkahku
Pada titik yang tak jua kujemu
Puing berserakan
Memanggil tuk diperhatikan
Silaukan pandangan
Akan masa depan
Dan merpati pun slalu menemaniku
Meski awan gelap menutupi jalanku
Menuntunku
Meski aku tak tahu
Ke mana arah yang ku tuju
Membawa telapak kaki
Berlari
Mengejar mimpi

PUISI:Kau Jadikan Aku Ada

Kau Jadikan Aku Ada

Malam terus berganti
Melantunkan lagu merdu
Belai kasih dan sayangMu

Dalam gesa yang tak terasa
Dalam deru semangat yang membara
Pembawa hasrat penuhi dunia

Terbang
Melayang
Berenang di antara mega
Hirup wangi bahagia

Tetes peluh tiupkan hidup
Lewat pergumulan batin

Merajuk
Merayu
Bangunkan sukma yang lelap
Bersama desah dan teriak

PUISI: Kau Jadikan Aku Ada

Kau Jadikan Aku Ada

Malam terus berganti
Melantunkan lagu merdu
Belai kasih dan sayangMu

Dalam gesa yang tak terasa
Dalam deru semangat yang membara
Pembawa hasrat penuhi dunia

Terbang
Melayang
Berenang di antara mega
Hirup wangi bahagia

Tetes peluh tiupkan hidup
Lewat pergumulan batin

Merajuk
Merayu
Bangunkan sukma yang lelap
Bersama desah dan teriak

Entri Populer