Senin, 31 Januari 2011

PUISI

Laju

Merangkak bersama waktu
yang kian menuntunku
pada pengharapan baru
Melangkah bersama waktu
yang kian membelenggu
pada ingin yang tak menentu
Menengadah pada waktu
yang kian melaju
pada mimpi angin lalu
Membentak pada waktu
yang tak mau menungguku
pada lelah yang menggerutu
Bertanya pada waktu
yang ada di depanku
akan masa yang tertuju

PUISI

Limit Waktu

Detik
Menit
Jam
Hari
Minggu
Bulan
Tahun
Windu
Dasawarsa
Abad

Tak pernah mau diam
Terus beranjak dan tak mau mengerti

'pemutar waktu, akankah mesinmu berhenti
sejenak tuk ku kembali
menata langkah yang tlah pergi
dalam batas yang tak kuingini'

Dan ranting pun mulai mengering
patah dan membusuk bersama kotoran binatang

'haruskah demikian?
atau ranting kan tetap menjadi ranting yang tak terganti
menjadi tempat bertengger burung kicau
meski daun slalu gugur
melawan musim dan putaran waktu'

PUISI

GALAU

terdengar bisikan angin yang membahana
dalam warna terang dunia yang tak lagi sama
mimpiku kini berjalan di antara himpitan
diam
kala penaku sejenak berhenti berkata

'berikan cahyamu padaku wahai malaikat kebenaran
tunjukkan jalanku wahai pelita'

sesaat kembali terdiam memandang langit-langit
yang tak mau berkata kepadaku

meratapdalam kebimbangan

'kacau
malaikat berpedang menggangguku
mana kawanku? mana sahabatku?'

PUISI

Sajak Sepatu Butut

berjajar pasangan sepatu di emper toko itu
saling menatap saling merayu
'aku tak mau kehilangan dirimu'
bisik salah satu bagian

'kau belum pernah merasakan
terpaan tanah dan debu yang slalu membuatmu dekil
kau belum pernah merasakan
kecutnya air meresap dalam nadimu
mengikuti langkah tuanmu yang tak tentu
malaikat maut takkan memisahkanmu
hanya usia yang kan membuatmu
usang dan tak lagi diterima
walau awalnya primadona
tapi akhirnya hanya sampah belaka
yang tak lagi jadi pilihan
tersisihkan, terbuang'

Kamis, 27 Januari 2011

PUISI

ANTARA HITAM DAN PUTIH

aku tak pernah tahu
apa yang ada di antara mereka
abu-abu kah?
ataukah warna transparan yang tak teraba
oleh mata yang buta

aku tak pernah mengerti
apa yang terjadi di antara mereka
bercampur atau saling tolak?
ataukah mejadi lapis-lapis yang menggoda
tatap hingga takkan berpaling

Senin, 17 Januari 2011

PUISI

malam tanpa cahya

kali ini hanya terdengar
nyanyian katak dan rintihan hujan
dalam pelukan malam yang gulita
sesaat ku termenung
menatap kaca yang tergantung di dindingmu
diam tanpa kata
meraba wajah samar yang tak lagi sama
bersama pijar lentera yang hampir padam
seakan turut bercerita
kelam malam ini
tanpa binar cahyamu
semut pun berhamburan tak tahu arah
cicak pun berhenti bersuara karna tak tahu mau apa
dalam bayangmu itu
aku tetap diam

Entri Populer