Limit Waktu
Detik
Menit
Jam
Hari
Minggu
Bulan
Tahun
Windu
Dasawarsa
Abad
Tak pernah mau diam
Terus beranjak dan tak mau mengerti
'pemutar waktu, akankah mesinmu berhenti
sejenak tuk ku kembali
menata langkah yang tlah pergi
dalam batas yang tak kuingini'
Dan ranting pun mulai mengering
patah dan membusuk bersama kotoran binatang
'haruskah demikian?
atau ranting kan tetap menjadi ranting yang tak terganti
menjadi tempat bertengger burung kicau
meski daun slalu gugur
melawan musim dan putaran waktu'
Senin, 31 Januari 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Entri Populer
-
LAMPU Seorang pria duduk di teras sambil memandang lampu yang menyala mencermati tetesan hujan yang lewa...
-
Novel PERANG Karya Putu Wijaya: Sebuah Renungan A. Pendahuluan Putu Wijaya (bernama asli I Gusti Ngurah Putu Wijaya) adalah seorang sastr...
-
Perang mimpi tak hanya jadi mimpi kini mereka menyerangku mengerat,mengikis, bahkan menghancurkan ota...
-
SARJANA Mereka bilang hidup perlu tujuan Mereka bilang derajat perlu dinaikkan Sarjana Impian dalam...
-
Ibu Kota Masihkah kau bernyanyi diantara cakar ayam pencengkeram perut kehidupan? Masihkah kau tersipu pada cermin pembelah muka? Sedu ...
-
Pak Tua (2) Nafasmu tersengal menahan rintih akan waktu yang semakin menindih Langkahmu tak lagi nyaring kala gesa meradang "H...
-
LELAH BERDIRI Gurat senja kali ini terhalang pekatnya mendung yang menggelora tak tampak seberkas cah...
-
Patung mendadak aku tak bisa bergerak terperangkap dalam ketakutan merintih pada sebuah tanya tak a...
-
KABUT Mereka datang menyerbu kala pagi merindukan hangatnya mentari menjaganya tetap dalam kesejukan...
-
Ruang Kosong tak sadar aku akan hadirmu dalam duniaku membawa kisah tak terkira mengembara dalam ruang h...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar