Menuju Ladang
Pagi berkabut menyambut di pintu perjalanan
rerumputan kering, basah terhempas embun
maknai hujan bulan Juni
dingin menusuk tulang
membekas dalam keramaian batas kota
ya,
ranting-ranting kering munculkan kuncup pengharapan
mengubah pupuk pada kerontang pijakan
ada kasih saat mentari tampakkan batang hidungnya
ditemani lagu merdu kicauan alam
tak lagi sepi
meski dingin masih menyelimuti
keranjang dan parang telah siap
gerinda tak mau ketinggalan
mengajak insan perjuangkan hidup
Tidak ada komentar:
Posting Komentar