Senin, 13 Februari 2012

PUISI: Menuju Ladang


Menuju Ladang

Pagi berkabut menyambut di pintu perjalanan
rerumputan kering, basah terhempas embun
maknai hujan bulan Juni

dingin menusuk tulang
membekas dalam keramaian batas kota

ya,
ranting-ranting kering munculkan kuncup pengharapan
mengubah pupuk pada kerontang pijakan
ada kasih saat mentari tampakkan batang hidungnya
ditemani lagu merdu kicauan alam
tak lagi sepi
meski dingin masih menyelimuti

keranjang dan parang telah siap
gerinda tak mau ketinggalan
mengajak insan perjuangkan hidup

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer