UNSUR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK KARYA SASTRA (PROSA)
Karya sastra dibangun oleh dua unsur penting yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah unsur yang terkandung di dalam karya sastra (unsur yang membangun karya sastra dari dalam).
Unsur intrinsik terdiri atas:
- Tema
Tema adalah gagasan, ide atau pikiran utama yang digunakan sebagai dasar dalam menuliskan cerita.
Tema merupakan inti atau ide dasar sebuah cerita. Dari ide dasar itulah kemudian cerita dibangun oleh pengarangnya dengan memanfaatkan unsur-unsur intrinsik yang lain (plot, penokohan, latar, dsb).
Tema merupakan pangkal tolak pengarang dalam menceritakan dunia rekaan yang diciptakannya.
ex. Tema masalah kemanusiaan, kekuasaan, kasih sayang, pendidikan, dsb.
- Amanat
Amanat merupakan ajaran moral atau pesan didaktis yang hendak disampaikan pengarang kepada pembaca melalui karyanya. Amanat dapat disampaikan secara tersurat atau tersirat (disimpan rapi dan disembunyikan pengarangnya dalam keseluruhan isi cerita). Untuk dapat menemukan dan memahaminya, tidak cukup dengan membaca dua atau tiga paragraf, melainkan harus membacanya hingga selesai.
- Latar
Latar adalah unsur dalam suatu cerita yang menunjukkan dimana, bagaimana dan kapan peristiwa-peristiwa dalam cerita itu berlangsung.
Ada 3 macam, yaitu:
a. Latar geografis/tempat adalah hal-hal yang berkaitan dengan tempat kejadian.
b. Latar waktu adalah hal-hal yang berkaitan dengan masalah historis (waktu).
c. Latar sosial adalah latar yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat (adat, kebiasaan, suasana, status sosial, dsb).
- Sudut Pandang
Sudut pandang dapat diartikan sebagai posisi pengarang terhadap peristiwa-peristiwa di dalam cerita.
Empat tipe sudut pandang:
a. Sudut pandang orang pertama sentral apabila tokoh sentral dalam cerita adalah pengarang yang secara langsung terlibat dalam cerita.
b. Sudut pandang orang pertama sebagai pembantu adalah sudut pandang yang menampilkan “aku” (pengarang) hanya menjadi tokoh pembantu yang mengantarkan tokoh lain yang lebih penting.
c. Sudut pandang orang ketiga serba tahu, yaitu pengarang berada di luar cerita dan menjadi pengamat yang tahu segalanya, bahkan berdialog langsung dengan pembacanya (ex. dalang).
d. Sudut pandang orang ketiga terbatas ialah pengarang menjadi pencerita yang tak terbatas hak ceritanya. Ia hanya menceritakan apa yang dialami tokoh yang menjadi tumpuan cerita.
- Perwatakan/Penokohan
Tokoh adalah individu rekaan yang mengalami peristiwa di dalam cerita. Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan karakter tokoh-tokoh dalam cerita.
Untuk menggambarkan karakter tokoh, pengarang dapat menggunakan teknik sebagai berikut:
a. Teknik analitik, karakter tokoh diceritakan secara langsung oleh pengarang
b. Teknik dramatik, karakter tokoh dikemukakan melalui:
1) penggambaran fisik dan perilaku tokoh
2) penggambaran lingkungan kehidupan tokoh
3) penggambaran tata kebahasaan tokoh
4) pengungkapan jalan pikiran tokoh
5) penggambaran oleh tokoh lain
Berkaitan dengan tokoh, dikenal tokoh utama dan tokoh bawahan.
- Alur
Alur merupakan pola pengembangan cerita yang terbentuk oleh hubungan sebab akibat.
Secara umum, jalan cerita terbagi dalam bagian-bagian berikut:
a. pengenalan peristiwa (exposition)
® pengarang memperkenalkan para tokoh, menata adegan dan hubungan antar tokoh
b. pengungkapan peristiwa (complication)
® disajikan peristiwa awal yang menimbulkan berbagai masalah, pertentangan, atau pun kesukaran-kesukaran bagi para tokohnya.
c. menuju pada adanya konflik (rising action)
® terjadi peningkatan situasi (kegembiraan, kehebohan ataupun bertambahnya kesukaran.
d. Puncak konflik (turning point)/klimaks
e. Penyelesaian (ending)
® berisi penjelasan tentang apa yang terjadi pada tokoh setelah mengalami puncak peristiwa.

Penyelesaian
Pengenalan cerita
Jenis-jenis alur:
a. Alur Maju/Progresif : yaitu alur yang peristiwanya berjalan teratur dari awal sampai akhir cerita (urut, runtut)
b. Alur Mundur/Regresif : yaitu alur yang menceritakan peristiwa pada waktu lampau
c. Alur Sorot Balik/Flash Back : yaitu alur yang terjadi karena pengarang mendahulukan bagian akhir cerita dan baru kembali ke awal cerita
d. Alur Klimaks : alur yang susunan peristiwanya menanjak dari peristiwa biasa meningkat menjadi penting
e. Alur Antiklimaks : yaitu alur yang susunan peristiwanya makin menurun dari peristiwa penting/menonjol kemudian menjadi kendur dan berakhir dengan peristiwa biasa
f. Alur kronologis : yaitu alur yang susunan peristiwanya berjalan sesuai dengan urutan waktu
- Gaya Bahasa adalah cara atau teknik yang digunakan oleh pengarang untuk menyampaikan gagasannya dengan menggunakan bahasa yang indah dan harmonis serta mampu menciptakan nuansa makna.
Unsur ekstrinsik
Adalah unsur yang membangun/mempengaruhi karya sastra dari luar.
Unsur ekstrinsik dapat meliputi:
a. Biografi pengarang (latar belakang, pendidikan, kondisi keluarga, jenis kelamin, usia dan sebagainya)
b. Ideologi yang dianut pengarang/wawasan pengarang terhadap suatu masalah
c. Agama yang dianut pengarang
d. Kedudukan pengarang dalam masyarakat
e. Waktu yang melingkupi karya itu diciptakan (kondisi sosial, ekonomi, politik, tata nilai yang dianut masyarakat, moral, sejarah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar