Sabtu, 25 Desember 2010

PUISI

Debu Isyaratkan Luka

di antara puing keramaian kota
setelah badai lava melanda
kulihat seorang anak kecil
duduk termangu menatap sebuah batu
ya, sebuah batu
batu yang menjadi saksi bisu
lumatnya negeri dalam mimpi
pulau yang selalu menjadi tanah terjanji baginya

tampak debu di keningnya mulai kering
bercampur keringat yang tak lagi keluar dari kulitnya
dan dia mulai menggoreskan aksara
yang menyiratkan pilu
dalam warna yang masih saja kelabuu

sayu
tak ada senyum terlintas dalam rautmu
tak adaceria yang dulu ada

25-12-2010: 12.05

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer