Jumat, 31 Desember 2010

PUISI

Langit Sore

dalam putaran waktu yang tak mau berhenti
dan tak mau lagi mengulangi

rasa yang tak pernah sama

kali ini justru kesedihan yang terasa
bukan euphoria kebahagiaan

langitpun mengikuti rasaku
mendung menyelimuti
seakan tahu sendu dalam dadaku
yang belum terobati

sesal

apa yang telah aku lakukan?

mengiris senyum yang biasa menemani
dengan sembilu yang tak berdosa
mengubur tawa berseri
yang muncul dalam canda
menyemai benih ketidaknyamanan
dengan kalimat setan
dalam hati yang bertuan
dalam rasa yang tak berkenan
memberi warna kegelapan

harap

kuingin kau tahu
sesal dalam dadaku
smasa kutebarkan pilu
dalam kata yang kelabu
kuingin kau tahu
aku mengharapkanmu
tuk kembali tersenyum bagiku
tuk kembali membingkai hariku
dengan indahnya lagu
kemesraan yang kan slalu bertemu

31.12.2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer