UNTUKMU IBU
AKU HANYA BISA MENGANYAM SELENDANG DOA
DI ANTARA RIBUAN HARTA YANG KAU BERI UNTUKKU
AKU HANYABISA MEMBERI WANGI BUNGA
DI ANTARA LUAPAN CINTA YANG KAU BERI UNTUKKU
ENTAH BERAPA BANYAK HUTANG YANG BELUM BISA KU BAYAR
ENTAH BERAPA BANYAK DOSAKU YANG BELUM BISA KUTEBUS
IBU
ENGKAU PELITA DALAM RUANG SENDU
KU INGIN SENYUMMU SLALU MENGHIAS PANDANGANKU
06.12.2010: 09.30
Senin, 06 Desember 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Entri Populer
-
LAMPU Seorang pria duduk di teras sambil memandang lampu yang menyala mencermati tetesan hujan yang lewa...
-
Novel PERANG Karya Putu Wijaya: Sebuah Renungan A. Pendahuluan Putu Wijaya (bernama asli I Gusti Ngurah Putu Wijaya) adalah seorang sastr...
-
Perang mimpi tak hanya jadi mimpi kini mereka menyerangku mengerat,mengikis, bahkan menghancurkan ota...
-
SARJANA Mereka bilang hidup perlu tujuan Mereka bilang derajat perlu dinaikkan Sarjana Impian dalam...
-
Ibu Kota Masihkah kau bernyanyi diantara cakar ayam pencengkeram perut kehidupan? Masihkah kau tersipu pada cermin pembelah muka? Sedu ...
-
Pak Tua (2) Nafasmu tersengal menahan rintih akan waktu yang semakin menindih Langkahmu tak lagi nyaring kala gesa meradang "H...
-
LELAH BERDIRI Gurat senja kali ini terhalang pekatnya mendung yang menggelora tak tampak seberkas cah...
-
Patung mendadak aku tak bisa bergerak terperangkap dalam ketakutan merintih pada sebuah tanya tak a...
-
KABUT Mereka datang menyerbu kala pagi merindukan hangatnya mentari menjaganya tetap dalam kesejukan...
-
Ruang Kosong tak sadar aku akan hadirmu dalam duniaku membawa kisah tak terkira mengembara dalam ruang h...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar