Elegi Pagi Ini
Engkau masih bertanya bagaimana kabarku
Kabar di antara simpang siur abu dan debu
Yang sempat melumpuhkan bumiku
Dan aku kan tetap menjawab dengan sendu
Alamku kan kembali seperti dulu
Tapi kulihat pilu dalam tanyamu
Mata sayu takkan dapat menipuku
Bahwa dalam benakmu tersirat haru
Berharap sesuatu kan menjadi syahdu
Yang hingga kini tak kau temu
(26.11.2010/08.50)
Sabtu, 27 November 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Entri Populer
-
LAMPU Seorang pria duduk di teras sambil memandang lampu yang menyala mencermati tetesan hujan yang lewa...
-
Novel PERANG Karya Putu Wijaya: Sebuah Renungan A. Pendahuluan Putu Wijaya (bernama asli I Gusti Ngurah Putu Wijaya) adalah seorang sastr...
-
Perang mimpi tak hanya jadi mimpi kini mereka menyerangku mengerat,mengikis, bahkan menghancurkan ota...
-
SARJANA Mereka bilang hidup perlu tujuan Mereka bilang derajat perlu dinaikkan Sarjana Impian dalam...
-
Ibu Kota Masihkah kau bernyanyi diantara cakar ayam pencengkeram perut kehidupan? Masihkah kau tersipu pada cermin pembelah muka? Sedu ...
-
Pak Tua (2) Nafasmu tersengal menahan rintih akan waktu yang semakin menindih Langkahmu tak lagi nyaring kala gesa meradang "H...
-
LELAH BERDIRI Gurat senja kali ini terhalang pekatnya mendung yang menggelora tak tampak seberkas cah...
-
Patung mendadak aku tak bisa bergerak terperangkap dalam ketakutan merintih pada sebuah tanya tak a...
-
KABUT Mereka datang menyerbu kala pagi merindukan hangatnya mentari menjaganya tetap dalam kesejukan...
-
Ruang Kosong tak sadar aku akan hadirmu dalam duniaku membawa kisah tak terkira mengembara dalam ruang h...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar