Rabu, 09 Maret 2011

PUISI

DUA SISI

duduk di sudut ruang
seorang perempuan dengan tangan
menyangga kepala
berpikir dalam remang waktu
kala angan tak sempat tertemu
berbisik pada sepi
merangkai bait sumpah serapah
'Aku hanya ingin semua menjadi sempurna'

akankah demikian
ataukah justru pikirmu yang mempersulit

kesal
kala waktu semakin sempit
menghimpit
dan membuat berpikir sulit

'kali ini malaikat mimpi tak mau menolongku'

sorot matamu tak mau berhenti
pada satu titik
mengumbar ancaman
pada detik sang waktu
menatapku dengan penuh ragu
akan jawab pada tanya itu

hembusan angin tawarkan jawab
rindu akan kesempurnaan
dan
bibir mulai mengecap manis angan
sekaligus semburkan getir
pada gelap waktu di sampingmu

tanganmu mulai menyelinap
di antara bayang janji
yang pernah terucap
membuka lembaran dogma
yang tak sempat teringat

aku tetap diam
memandang tarian pikir
bersama kegelisahan
yang tak mau menghilang
memelukmu dengan mesra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer