Sabtu, 12 Maret 2011

PUISI

Timbangan

di sini
aku berdiri
bersama api
menerobos dinginnya sepi
mengoyak mimpi
penjagal insani
yang tak mau peduli
pada maut yang kian melejit
merenggut napasangan pribumi

mereka berlari
menerobos janji
dari lidah api
dan bibir sendiri

lupa
ataukah
sengaja
membalik kata tanpa pinta

malu
mungkinkah
atau justru bebal
yang smakin menebal
menutup diri dari sgala cela
mengiris kerak limpahan harta

dengarkah kau
akan keluh kesah kami
yang smakin bermimpi
akan keadilan nyata
ataukah hanya
Dia yang paham
derita kami

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer