Mendung di Kala Pagi Kembali
matamu tak kan menipuku
terbelalak dalam kebimbangan
diam dalam kegalauan
membawa pesan tanpa makna
dalam waktu yang tak kau sadari
mimpi
jika hanya menengadah pada sunyi
yang tak lagi memberi senyum
tuk bergulat membingkai langit
langit pagi yang tersipu
pada mendung yang slalu menemani
pada bingung yang slalu menghantui
'aku ingin smua kan pergi
membawa bebal diri yang tak berarti
ketika surya mulai nampak lagi
membawa senyum yang kan slalu berseri'
dan seekor merpati putih terbang tinggi
membunyikan peluit pagi sunyi
membawa titah padapelangi
tuk menghias senyum mentari
Rabu, 02 Februari 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Entri Populer
-
LAMPU Seorang pria duduk di teras sambil memandang lampu yang menyala mencermati tetesan hujan yang lewa...
-
Novel PERANG Karya Putu Wijaya: Sebuah Renungan A. Pendahuluan Putu Wijaya (bernama asli I Gusti Ngurah Putu Wijaya) adalah seorang sastr...
-
Perang mimpi tak hanya jadi mimpi kini mereka menyerangku mengerat,mengikis, bahkan menghancurkan ota...
-
SARJANA Mereka bilang hidup perlu tujuan Mereka bilang derajat perlu dinaikkan Sarjana Impian dalam...
-
Ibu Kota Masihkah kau bernyanyi diantara cakar ayam pencengkeram perut kehidupan? Masihkah kau tersipu pada cermin pembelah muka? Sedu ...
-
Pak Tua (2) Nafasmu tersengal menahan rintih akan waktu yang semakin menindih Langkahmu tak lagi nyaring kala gesa meradang "H...
-
LELAH BERDIRI Gurat senja kali ini terhalang pekatnya mendung yang menggelora tak tampak seberkas cah...
-
Patung mendadak aku tak bisa bergerak terperangkap dalam ketakutan merintih pada sebuah tanya tak a...
-
KABUT Mereka datang menyerbu kala pagi merindukan hangatnya mentari menjaganya tetap dalam kesejukan...
-
Ruang Kosong tak sadar aku akan hadirmu dalam duniaku membawa kisah tak terkira mengembara dalam ruang h...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar