Rabu, 02 Februari 2011

PUISI

Mendung di Kala Pagi Kembali

matamu tak kan menipuku
terbelalak dalam kebimbangan
diam dalam kegalauan
membawa pesan tanpa makna
dalam waktu yang tak kau sadari

mimpi

jika hanya menengadah pada sunyi
yang tak lagi memberi senyum
tuk bergulat membingkai langit
langit pagi yang tersipu
pada mendung yang slalu menemani
pada bingung yang slalu menghantui

'aku ingin smua kan pergi
membawa bebal diri yang tak berarti
ketika surya mulai nampak lagi
membawa senyum yang kan slalu berseri'

dan seekor merpati putih terbang tinggi
membunyikan peluit pagi sunyi
membawa titah padapelangi
tuk menghias senyum mentari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer