Selasa, 15 Februari 2011

PUISI

SILUET

teriakan nakalmu mengingatkanku
pada kecil yang pernah menjadi waktuku
sedu tangismu mengingatkanku
pada sendu masa lalu
senyum simpulmu mengingatkanku
pada binar ceria pagiku
tawa lepasmu mengingatkanku
pada kelucuan ulahku

walau ku tahu
dalam binar terang matamu
tersimpan galau
bersama mimpi yang kemilau

'Rabi,
masihkah embun sedia menemani hari depanku
masihkah nyanyian burung sedia menemani pagiku
masihkah angin sedia membelai jiwaku'

mimpimu terusik
putaran waktu yang tak mau menunggu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer