Sabtu, 02 April 2011

PUISI

TERSIRAT

tergolek ranting cemas
membelai mimpi rumpang
menghilang bersama
tetes embun
biaskan keramaian
peluh kota
yang kian membara
membakar liris dogma
cemarkan makna

dicibirkan
buaian angin
kian menusuk kalbu
menampar ingatan
menggiring amarah
menggelinding
memutar makna
menggeser kata
tatkala diam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer