Senin, 18 April 2011

PUISI

Terdiam

semilir angin mengupas sepi dalam sendiri
membelai angan biaskan mimpi
bersama senyum mentari

sunyi berbingkai alunan merdu
nyanyian pertiwi
sejukkan kalbu

aku terdiam
memandang keramaian air
berkejaran tak mau diam
layaknya roda yang slalu berputar
tanpa keringat bercucuran
terus bergejolak

desahan daun kian menggema
tatkala rintik hujan mulai menyambangi
aku masih terdiam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer