Menjerang Mimpi
saat mimpiku semakin samar akan nyata
kulangkahkan pena membasuh warna
tebarkan pelangi pada diri
tuk kembali pada bara di hati
lenggak-lenggok goresan hitam
wakili asa dalam benak ini
meski ku masih harus menanti
kristal mimpi menjadi senyum
dan aku terus berlari
menatap sinar terang yang memanggilku
dalam harap yang tak kan pernah padam
karna ku yakin
janjimu adalah pasti
bukan lagi sekedar mimpi
aku terus berlari
bersama tetesan embun yang slalu menemani
basuh dahagaku
kembalikan harapanku
bersama waktu yang tak mau menungguku
aku tetap berlari
meski kerikil tajam siap hempaskanku
pada remang cahya
AKU TETAP BERLARI
Selasa, 19 April 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Entri Populer
-
LAMPU Seorang pria duduk di teras sambil memandang lampu yang menyala mencermati tetesan hujan yang lewa...
-
Novel PERANG Karya Putu Wijaya: Sebuah Renungan A. Pendahuluan Putu Wijaya (bernama asli I Gusti Ngurah Putu Wijaya) adalah seorang sastr...
-
Perang mimpi tak hanya jadi mimpi kini mereka menyerangku mengerat,mengikis, bahkan menghancurkan ota...
-
SARJANA Mereka bilang hidup perlu tujuan Mereka bilang derajat perlu dinaikkan Sarjana Impian dalam...
-
Ibu Kota Masihkah kau bernyanyi diantara cakar ayam pencengkeram perut kehidupan? Masihkah kau tersipu pada cermin pembelah muka? Sedu ...
-
Pak Tua (2) Nafasmu tersengal menahan rintih akan waktu yang semakin menindih Langkahmu tak lagi nyaring kala gesa meradang "H...
-
LELAH BERDIRI Gurat senja kali ini terhalang pekatnya mendung yang menggelora tak tampak seberkas cah...
-
Patung mendadak aku tak bisa bergerak terperangkap dalam ketakutan merintih pada sebuah tanya tak a...
-
KABUT Mereka datang menyerbu kala pagi merindukan hangatnya mentari menjaganya tetap dalam kesejukan...
-
Ruang Kosong tak sadar aku akan hadirmu dalam duniaku membawa kisah tak terkira mengembara dalam ruang h...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar